Diakuisisi Facebook Senilai 228 Triliun, WhatsApp Kalahkan Harga Nokia

Diakuisisi Facebook Senilai 228 Triliun, WhatsApp Kalahkan Harga Nokia

Advertisements

Diakuisisi Facebook Senilai 228 Triliun, WhatsApp Kalahkan Harga Nokia - Dunia teknologi terkejut dengan kesepakatan antara Facebook dan WhatsApp. Aplikasi instant messaging WhatsApp dibeli oleh Facebook dengan mahar senilai 19 miliar US Dollar atau sekitar 228 triliun rupiah (berasumsi pada kurs 1 US Dollar setara 12 ribu rupiah).

Dengan nilai sebesar itu, banyak pengamat dan analis menilai bahwa Facebook melakukan perjudian dengan menggelontorkan dana besar hanya untuk sebuah aplikasi instant messaging. Angka tersebut juga mengalahkan nilai dari divisi mobile Nokia dan juga Motorola.
Sebagai catatan, Nokia pada bulan september lalu dibeli Microsoft senilai 7.2 miliar US Dollar atau sekitar 86.4 triliun rupiah. Divisi mobile dan perangkat Nokia jelas punya nama dan sebuah keuntungan bagi Microsoft untuk mengakuisisi Nokia.
Selain itu, Lenovo pada bulan lalu juga mencaplok Motorola senilai 2.91 miliar US Dollar atau sekitar 3.4.9 triliun rupiah. Motorola sebelumnya dimiliki oleh Google.
Melihat akuisisi antar perusahaan besar, jelas nilai WhatsApp lebih tinggi dibandingkan dengan Nokia dan Motorola. Bahkan jika digabungkan, nilai Motorola dan Nokia masih kalah dibandingkan WhatsApp.
Lalu, apakah harga WhatsApp terlalu mahal? Facebook yang mengakuisisi WhatsApp jelas punya perhitungan dan mungkin punya strategi yang tidak banyak diduga. Dengan hadirnya WhatsApp kedalam unit bisnis Facebook, maka Facebook kini menjadi penguasa di ranah jejaring sosial dan instant messaging.
Facebook sendiri mengakuisisi WhatsApp dalam 3 tahap. Tahap pertama yaitu uang cash senilai 4 miliar US Dollar atau sekitar 48 triliun rupiah. Tahap kedua yaitu pembagian saham Facebook senilai 12 miliar US Dollar atau sekitar 144 Triliun rupiah. Sebagai catatan, direksi (karyawan) WhatsApp juga bakal mendapatkan tambahan uang dalam bentuk saham senilai 3 miliar US Dollar atau sekitar 36 triliun rupiah.
Advertisements

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top